Rabu, 01 Oktober 2014

TEORI ORGANISASI UMUM ( Tugas I )

1. Pengertian Organisasi dan Metode

 Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan
Pengertian Organisasi itu sendiri adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 Sedangkan istilah Methode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.

 Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.



 2. Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja


MANAJEMEN
Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.Dalam mencapai tujuannya kegiatan manajemen harus dapat menyatukan tenaga,uang,metode,bahan,mesin dan keahlian pemasaran serta segala fasilitas lainnya yang dibutuhkan,sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai dengan efektif.
ORGANISASI
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya uang, material, mesin, metode, lingkaran, sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan  visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya.
TATA KERJA
Tata Kerja merupakan cara pekerjaan dengan benar dan berhasil untuk mencapai tingkat efisien yang maksimal dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia.

HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN,ORGANISASI dan TATA KERJA
Jadi dapat disimpulkan Hubungan Antara Manajemen,Organisasi dan Tata Kerja adalah Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut di perlukan ada nya suatu organisasi dan suatu tata kerja untuk mengatur jalan nya organisasi dengan baik agar mendapatkan tujuan yang maksimal.


3. Ciri-ciri Organisasi

Pada dasarnya organisasi hanya memiliki 4 ciri-ciri yaitu :
1. Mempunyai Tujuan dan Sasaran untuk dicapai dalam Organisasi.
2. Mempunyai aturan yang harus ditaati oleh anggota dari Organisasi tersebut.
3. Mempunyai pembagian kerja atau bisa disebut juga kerjasama.
4. Ada yang mengkoordinasi tugas dan wewenang.

Namun Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

4. Unsur-Unsur Organisasi

1. Anggota organisasi.
Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).

2. Pekerjaan dalam organisasi
Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universl ;
  • Isi
  • Keperluan
  • Konteks
  • Praktik-praktik pengelolaan
3. Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

4. Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

5. Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network).

6. Peralatan (Equipment)
Peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
7. Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan. Dan juga beberapa tujuan tertentu


5. Teori Organisasi
  
     Teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut. Selain itu, dipelajari bagaimana sebuah organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun lingkungan kerja organisasi tersebut.
     Menurut Lubis dah Husein (1987) bahwa teori organisasi itu adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membecarakan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu. 
     Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.


TEORI ORGANISASI KLASIK

Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :

a.  Teori birokrasi

     dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.

b.  Teori administrasi

     dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol  dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.

c.  Manajemen ilmiah

     dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.



TEORI ORGANISASI NEOKLASIK

Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.

Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut:

a.  Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.

b.  Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.

c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.


TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai  dengan  ahirnya  gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang  menyatakan  bahwa teori organisasi  perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan  Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan  keunggulan-keunggulan  perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan  lingkungannya,  dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan Teori modern yang kadang – kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

6. Macam-macam Organisasi 

 Macam organisasi dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu dari jumlah puncak pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi sosial, dan segi bentuk. Yang akan saya bahas disini adalah macam-macam organisasi dari segi tujuan yang ingin dicapai. Macam-macam organisasi tersebut adalah :

  •       Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya untuk mencari keuntungan, terutama dalam bidang bisnis.
Macam-macam Organisasi Niaga :

  • Perseroan Terbatas (PT), yaitu perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang berbadan hukum
  • Perseroan Komanditer (CV), yaitu salah satu badan usaha yang dilakukan oleh pelaku bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.
  • Firma (Fa), yaitu suatu organisasi bisnis dimana ada perjanjian dua orang atau lebih untuk memperoleh keuntungan bersama.
  • Koperasi, yaitu badan usaha yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Join Venture, yaitu kerjasama antara dua orang atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk perusahaan baru.
  • Trust, yaitu penggabungan dua unit usaha menjadi satu dan masing-masing unit usaha kehilangan identitasnya. Beberapa perusahaan yang telah melebur akan melahirkan perusahaan baru yang lebih besar.
  • Kartel, yaitu persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Holding Company, yaitu suatu usaha untuk menggabungkan satu perusahaan dengan perusahaan lain.
  •   Organisasi Sosial
Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk ikut andil dalam pembangunan bangsa dan negara menuju arah yang lebih baik lagi dengan tujuan menjadikan bangsa dan negara dalam pembentukan sosialisasi yang baik dan menjadikan masyakarat yang penuh dengan jiwa sosialisasi yang tinggi.
Jalur pembentukan Organisasi Kemasyarakatan :
  • Jalur Keagamaan
  • Jalur Profesi
  • Jalur Kepemudaan
  • Jalur Kemahasiswaan
  • Jalur Kepartaian dan Kekaryaan
  •   Organisasi Regional dan Internasional

Organisasi Regional :
Organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Sebagai contoh : ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA)), dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota).





Organisasi Internasional :
Organisasi yang anggota- anggotanya meliputi negara di dunia. Sebagai contoh : UN (United Nations = Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)),didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945.




7. Tipe dan Bentuk Organisasi

Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:
1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
  • Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga. 
Memiliki ciri-ciri:
  • Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
  • Jumlah karyawan sedikit
  • Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
  • Belum terdapat spesialisasi
  • Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
  • Struktur organisasi sederhana dan stabil
  • Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
  • Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
  • Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
  • Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
  • Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
  • Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
  • Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
  • Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
  • Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
  • Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
  • Adanya penghematan biaya
  • Pengawasan berjalan efektif

Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
  • Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
  • Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
  • Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
  • Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
  • Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
  • Kurang tersedianya staf ahli

Contoh bagan Organisasi Lini :
Organisasi Lini


2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
  • Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan: 
Memiliki ciri-ciri:
  • Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
  • Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
  • Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
  • Jumlah karyawan banyak
  • Organisasi besar, bersifat komplek
  • Adanya spesialisasi 
Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
  1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
  2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
  3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
  4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
  5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
  6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
  7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
  8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli
Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
  1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
  2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
  3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
  4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf
  5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
  6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
  7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
  8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.

Contoh bagan organisasi garis dan staf :
Organisasi Garis dan Staff


3. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
  • Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki ciri-ciri:
  • Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
  • Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
  • Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
  • Target-target jelas dan pasti
  • Pengawasan ketat
  • Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi 
Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
  1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
  2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
  3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
  4. Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
  5. Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
  6. Pembidangan tugas menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
  1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan
  2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
  3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional
Organisasi Bentuk Fungsional


4. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
  • Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
Memiliki ciri-ciri:
  • Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
  • Terdapat spesialisasi yang maksimal
  • Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja 
Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :
  1. Solodaritas tinggi
  2. Disiplin tinggi
  3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
  4. Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
Sedangkan keburukannya adalah :
  1. Kurang fleksibel dan tour of duty
  2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
  3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan

Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional
Organisasi Lini dan Fungsional
                         

5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
  • Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional. 
Memiliki ciri-ciri:
  1. Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
  2. Jumlah karyawan banyak.
  3. Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
    • Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
    • Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
    • Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
  • Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
Organisasi komite terdiri dari :
  1. Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
  2. Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf 
Memiliki ciri-ciri :
  • Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
  • Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
  • Asas musyawarah sangat ditonjolkan
  • Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
  • Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.
Kebaikan Organisasi komite :
  1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
  2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
  3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
Sedangkan keburukannya :
  1. Proses decision making sangat lambat
  2. Biaya operasional rutin sangat tinggi
  3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

 8. Struktur dan Skema Organisasi

       Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang.

Struktur organisasi mempunyai empat elemen yaitu :
1. adanya spesialisasi kegiatan kerja
2. adanya standardisasi kegiatan kerja
3. adanya koordinasi kegiatan kerja
4. besaran seluruh organisasi.

     Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan tentang organisasi yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan dari organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.

macam-macam skema organisasi:

  A. berdasarkan teknik atau cara membuatnya:
1. skema organisasi tegak lurus dari atas kebawah
2. skema organisasi mendatar dari kiri kekanan
3. skema organisasi gabungan tegak lurus dan mendatar
4. skema organisasi lingkaran
5. skema organisasi gambar

B. berdasarkan isi atau fungsi didalamnya :
1. skema organisasi fungsional:
dalam skema organisasi fungsional, menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain.
2. skema organisasi jabatan
dalam skema organisasi jabatan, menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
3. skema organisasi nama
dalam skema organisasi nama, menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
4. skema organisasi nama dan jabatan
dalam skema organisasi nama dan jabatan, menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
5. skema organisasi struktur
dalam skema organisasi truktur, menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.

Sumber Referensi:
http://rnrian.blogspot.com/2011/03/pengertian-organisasi-dan-metode.html
http://roniraffa.blogspot.com/2013/04/hubungan-antara-manajemen-dan-organisasi.html
http://jihadiraki.wordpress.com/2013/10/06/ciri-ciri-dan-unsur-organisasi.html
http://agungzetiadji.blogspot.com/2012/10/teori-organisasi.html
http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/macam-macam-organisasi-dari-segi-tujuan.html
http://roniraffa.blogspot.com/2013/04/skema-dan-struktur-organisasi.html

Jumat, 10 Januari 2014

Kehidupan Masyarakat di Lingkungan Elite dan Lingkungan Padat Penduduk

  Bersyukur merupakan sebuah kata yang sangat indah dan dalam maknanya untuk saya, dan mungkin juga untuk sebagian besar orang lain. Kenapa saya tiba-tiba menuliskan kata bersyukur ini? Alasannya karena beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga tentang kehidupan. Jadi, pada tanggal 24 Desember 2013 yang lalu saya dan anggota kelompok saya yg lain yang beranggotakan Fahrozy, Riandika, Ipul, dan Adit pergi ke Kota Wisata Cibubur dan daerah Cikiwul Bantar Gebang untuk merekam bagaimana kehidupsn lingkungan di kedua wilayah tersebut. 
  
  Ketika kami datang ke kota wisata cibubur, sempat terlintas di pikiran saya "kapan ya saya punya rumah sebesar itu?" karna jujur semua rumah di kota wisata itu mewah-mewah semua dan lingkungannya sangat nyaman dan aman. Setelah selesai syuting di kota wisata kami melanjutkan perjalanan untuk syuting di desa Cikiwul. Dan sesampainya disana betapa keadaan sangat jauh berbeda 360 derajat dari apa yang baru saja kami lihat di kota wisata. Sejauh mata memandang hanya terdapat hamparan sampah, jadi yaa kebayang kan? kondisinya kayak apa?. Tapi hal tersebut tidak terlalu menjadi masalh untuk saya, karna saya mendapat pelajaran yang sangat berharga ketika saya mewawancarai seorang anak dan seorang bapak yang tinggal disana. Mereka menerima takdir yang diberikan Tuhan dengan ikhlas, mereka pun tidak mengharapkan yang muluk-muluk untuk hidup mereka, dan yang paling utama mereka bersyukur atas apa yg dimiliki sekarang.
  
  Jujur saya malu dengan diri sendiri, karna saya sering mengeluh untuk bisa dapet hidup yang kebih baik. Padahal sebenernya boleh dibilang hidup saya sekarang sudah cukup. Jadi jelas itu jadi pelajaran dan pengalaman yang ga akan saya lupakan :)
 
Oya, ini link videonya dari hasil wawancara kami: 

Minggu, 01 Desember 2013

Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa


Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi penduduk terbanyak, dalam sebuah perhitungan penduduk terakhir diperkirakan penduduk Indonesia pada tahun 2013 ini berjumlah kurang lebih 250 juta. Wow! banyak sekali ternyata penduduk Indonesia. Dan tentunya dari sekian banyak jumlah penduduk Indonesia, 27% diantaranya merupakan  para pemuda dan pemudi. Para pemuda dan pemudi inilah yang kelak akan membawa masa depan Indonesia kearah yang lebih baik.

Usia para pemuda merupakan usia produktif dimana dimasa-masa inilah seharusnya bakat kita terus diasah, minat kita harus terus kita telusuri, dan kreativitas kita harus terus dikembangkan. Dengan modal-modal itulah kita dapat berprestasi dan berinovasi, bukan saja kita membanggakan keluarga namun kita pun ikut mengharumkan nama Indonesia. Kita lihat sekarang banyak pemuda-pemuda Indonesia yang berprestasi di kancah dunia, baik dibidang akademis maupun non-akademis. Seperti contohnya adalah 4 pelajar Indonesia yang pada bulan Juli lalu berhasil menyabet 1 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu dalam kompetisi Olimpiade Matematika Internasional yang diselenggarakan di Santa Marta, Kolombia. Prestasi mereka sangat membanggakan Indonesia, kita pun juga dapat berprestasi seperti mereka sesuai dengan bakat dan minat kita masing-masing.

Kesiapan mental para pemuda juga harus terus dimatangkan, karena kedepannya para pemuda dan pemudi inilah yang akan memimpin bangsa Indonesia dan membawa masa depan Indonesia kearah yang lebih baik. Dengan tanggung jawab yang kita terima tersebut janganlah menjadi sebuah beban untuk kita, hal itu seharusnya kita jadikan sebuah kepercayaan dan sebuah motivasi untuk terus berprestasi.  Kita harus buktikan bahwa kita BISA!! Indonesia BISA!!

Rabu, 27 November 2013

Perbudakan dan Human Trafficking














  
 Dari penelusuran di  Wikipedia, dituliskan bahwa pengertian perbudakan adalah sebuah kondisi di saat terjadi pengontrolan terhadap seseorang (disebut budak) oleh orang lain. Perbudakan biasanya terjadi untuk memenuhi keperluan akan buruh atau kegiatan seksual. Dan budak adalah golongan manusia yang dimiliki oleh seorang tuan, bekerja tanpa gaji dan tidak mempunyai hak asasi manusia. Perbudakan sudah mulai terjadi dari zaman kuno klasik, khususnya di Indonesia perbudakan banyak terjadi pada masa zaman kerajaan tempo dulu.

  Di zaman perbudakan tempo dulu itu, budak yang bekerja atas perintah pemilik budak, tidak mempunyai hak apapun juga. Bahkan budak itu diperjualbelikan. Mereka hanya melakukan pekerjaan saja yang dikehendaki tuannya. Tidak ada upah, tidak ada juga hak menuntut upah. Tidak ada jaminan sosial. Tuan dari si budak itu memang memelihara budaknya, memberikan makan, memberikan pemondokan, tetapi tindakan itu bukan merupakan kewajiban dari si tuannya budak, melainkan suatu tindakan agar budak itu tidak mati dan dapat berkerja terus bagi kepentingan pemilik budak.

  Di zaman modern seperti sekarang ini pun perbudakan ternyata masih terjadi, contohnya human trafficking. Human trafficking merupakan suatu tindakan yang sangat keji dan tidak berkemanusiaan. Tindakan kriminal ini  biasanya banyak dialami oleh wanita dan anak-anak. Hak Asasi Manusi mereka dilanggar, kebebasannya dirampas, dan mendapat perlakuan kekerasan. Masa depan mereka terancam dengan kejahatan ini. Diperlukan tindakan yang tegas  untuk melawan kejahatan ini. Hukuman harus diberikan seberat-beratnya kepada si pelaku tanpa adanya tebang pilih, diperlukan kerjasama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan perseorangan untuk membentuk kekuatan yang mampu encegah kejahatan ini, dan nasib untuk masa depan korban human trafficking ini harus diperhatikan dalam hal ekonomi, pemulihan mental dan fisik, serta bantuan hukum agar tidak lagi terjebak dalam kejahatan tersebut.

  Ada sebutan “negro” dan “indon” bagi para pekerja afrika dan Indonesia di luar negri. Menurut saya sebutan tersebut sangat kasar karena “negro” dan “indon” itu berarti budak. Tidak seharusnya sesama manusia kita merendahkan manusia lainnya.

               http://planningandpublicpolicy.blogspot.com/2013/03/human-trafficking-di-     indonesia.html
               http://wikipedia.com

Perbudakan dan Human Trafficking














  
 Dari penelusuran di  Wikipedia, dituliskan bahwa pengertian perbudakan adalah sebuah kondisi di saat terjadi pengontrolan terhadap seseorang (disebut budak) oleh orang lain. Perbudakan biasanya terjadi untuk memenuhi keperluan akan buruh atau kegiatan seksual. Dan budak adalah golongan manusia yang dimiliki oleh seorang tuan, bekerja tanpa gaji dan tidak mempunyai hak asasi manusia. Perbudakan sudah mulai terjadi dari zaman kuno klasik, khususnya di Indonesia perbudakan banyak terjadi pada masa zaman kerajaan tempo dulu.

  Di zaman perbudakan tempo dulu itu, budak yang bekerja atas perintah pemilik budak, tidak mempunyai hak apapun juga. Bahkan budak itu diperjualbelikan. Mereka hanya melakukan pekerjaan saja yang dikehendaki tuannya. Tidak ada upah, tidak ada juga hak menuntut upah. Tidak ada jaminan sosial. Tuan dari si budak itu memang memelihara budaknya, memberikan makan, memberikan pemondokan, tetapi tindakan itu bukan merupakan kewajiban dari si tuannya budak, melainkan suatu tindakan agar budak itu tidak mati dan dapat berkerja terus bagi kepentingan pemilik budak.

  Di zaman modern seperti sekarang ini pun perbudakan ternyata masih terjadi, contohnya human trafficking. Human trafficking merupakan suatu tindakan yang sangat keji dan tidak berkemanusiaan. Tindakan kriminal ini  biasanya banyak dialami oleh wanita dan anak-anak. Hak Asasi Manusi mereka dilanggar, kebebasannya dirampas, dan mendapat perlakuan kekerasan. Masa depan mereka terancam dengan kejahatan ini. Diperlukan tindakan yang tegas  untuk melawan kejahatan ini. Hukuman harus diberikan seberat-beratnya kepada si pelaku tanpa adanya tebang pilih, diperlukan kerjasama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan perseorangan untuk membentuk kekuatan yang mampu encegah kejahatan ini, dan nasib untuk masa depan korban human trafficking ini harus diperhatikan dalam hal ekonomi, pemulihan mental dan fisik, serta bantuan hukum agar tidak lagi terjebak dalam kejahatan tersebut.

  Ada sebutan “negro” dan “indon” bagi para pekerja afrika dan Indonesia di luar negri. Menurut saya sebutan tersebut sangat kasar karena “negro” dan “indon” itu berarti budak. Tidak seharusnya sesama manusia kita merendahkan manusia lainnya.

               http://planningandpublicpolicy.blogspot.com/2013/03/human-trafficking-di-     indonesia.html
               http://wikipedia.com

Selasa, 26 November 2013

Kondisi Umat Beragama di Indonesia






Sebagai orang Indonesia kita patut bangga telah lahir di negri yang kaya akan alamnya, suku, dan budayanya. Juga di Indonesia ini terdapat 5 macam agama yang diakui secara hukum yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu dan Budha. Dari apa yang saya lihat di lingkungan saya sehari-hari antar umat beragama, kita semua dapat hidup berdampingan dengan rukun.  Kita saling menghargai agama masing-masing, toleransi dalam urusan beribadah, saling tolong menolong, tidak saling membedakan,dan bermasyarakat dengan baik.

 Menurut saya kehidupan antar umat beragama di Indonesia saat ini juga dikatakan baik. Karena saya yakin masyarakat Indonesia sekarang ini tidak lagi kaku dalam pemikirannya. Jika ada kita lihat keributan antar umat beragama , saya yakin itu hanyalah perbuatan oknum-oknum yang ingin memecah Indonesia. Mereka tidak ingin Indonesia damai, mereka hanya iri  melihat kerukunan antar umat beragama. Jadi kita jangan terprovokasi dengan hal-hal yang tidak penting semacam itu. Lebih indah jika hidup ini damai kan?

   Di Indonesia juga banyak terdapat sekte-sekte sesat yang  menyimpang dari norma-norma yang berlaku , kebanyakan dari sekte-sekte tersebut mengatasnamakan agama. berikut ini adalah beberapa contoh sekte yang menyimpang:



1.  Inkarusunnah
Paham ini pertama kali diajarkan dan disebarkan oleh tokohnya bernama Tarkus Taka, seorang tokoh Indi Jerman. tinggal diperkampungan Kristen di daerah Depok Jakarta. kemudian mempunyai banyak aliran, serta erat dengan orang Belanda. sedangkan ajarannya adalah sebagai berikut : pertama tidak percaya semua hadits nabi Muhammad, menurut aliran ini hadis adalah produk Yahudi. dasar hukum yang benar adalah al Qur’an. kedua, nabi Muhammad tidak pernah menjelaskan al Qur’an. ketiga, Rasul diutus sampai hari kiamat. keempat hari dilakukan tidak hanya bulan dzulhijjah tapi boleh dilakukan pada bulan muharram.

2. Ahamdiyah
Ahmadiyah didirikan di India, tepatnya desa Qodiyyan pada sekitar tahun 1889. aliran di pimpin oleh Murza Ghulam Ahmad dan pada waktu itu bekerja sama dengan penjajah Inggris. namun pada wafatnya Murza Ghulam Ahmad aliran ini pecah menjadi dua. pertama ahmadiyah Qodiyyan dan yang kedua Ahmadiyyah Lahore.
masuk di Indonesia pada tahun 1930-an, hingga saat ini sudah mempunyai kurang lebih 200 cabang yang tersebar di seluruh di beberapa daerah di Indonesia dan sentral kegiatannya ada di kampus  al-Mubarrok Parung Bogor. namun saat ini, ahmadiyah dipimpin oleh Thahir Ahmad. sedangkan ajarannya adalah sebagai berikut : pertama, kita suci di dunia ada lima, yaitu Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa, Zabur kepada nabi Daud, Injil kepada nabi Isa, al Qur’an kepada nabi Muhammad dan tadzkiroh kepada Murza Ghulam Ahmad. kedua, jumlah nabi dan rasul yang diyakini umat Islam kurang satu tidak hanya 25 tetapi 26, ketiga, sumber hukum Islam al Qur’an tadzkiroh, hadis nabi Muhammad, hadis nabi Murza Ghulam Ahmad dan petunjuk para khalifah jamaah ahmadiyyah.

3. Aliran Dextro
Pemimpin aliran ini bernama M Raji. ia warga karanganyar gunung Candi Sari Semarang. aliran ini dinamakan dextro oleh masyarakat karena pengikutnya setiap kali akan menjalankan shalat berdzikir terlbih dahulu minum pil dextro. aliran ini mengaku beragama Islam tapi mengajarkan ajaran umat Islam  yang unik. pertama, membaca surat al fatihah saat shalat dhuhur dan ashar dengan suara keras. kedua, untuk penyempurnaan dzikir dan ibadah mereka maka harus minum pil dextro minimal 20 butir. ketiga, sikap mereka terhadap keluarga, orang tua dan masyarakat sangat tidak menghargai, bahkan mereka orang yang tidak sama dengan mereka adalah setan. keempat, pengikutnya selalu mengatakan “saya adalah Allah”

Perlu adanya tindakan tegas dari pihak pemerintah dan keamanan untuk mencegah tersebarnya aliran sesat itu. Namun perlu diingat, jangan gunakan kekerasan. Harus diadakan pendekatan yang baik terhadap mereka.  Dan menurut saya perlu diberikan bimbingan dari guru spiritual dan psikolog agar mereka kembali ke jalan yang benar.

Dengan adanya sekte-sekte sesat tersebut kita harus selalu waspada, jangan sampai kita terpengaruh kedalamnya. Kita harus selalu meningkatkan ibadah kita dan keyakinan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber:
http://hamamburhanuddin.wordpress.com/2012/06/01/potret-sekte-keagamaan-yang-menyimpang-di-indonesia/

Kondisi Hukum dan Penegakan Hukum di Indonesia





  Hukum merupakan peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan. Coba kita bayangkan bila tidak ada hukum di dunia ini, apa yang akan terjadi? Tentu saja dunia ini akan hancur berantakan, karena setiap individu melakukan sesuatu hanya menuruti keinginannya sendiri tidak ada suatu aturan yang membuat seseorang takut akan dihukum karena melanggar norma-norma. Saya sendiri akan takut untuk hidup di dunia ini  tanpa adanya hukum.


  Sekarang  bagaimana dengan kondisi  hukum di Indonesia? Kondisi hukum di Indonesia sekarang ini saya rasa masih jauh dari kata “keadilan”. Bisa kita lihat sekarang di berbagai media betapa hukum seolah-olah hanya berpihak kepada orang-orang yang berkuasa, sebagai contoh seseorang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam sebuah  kasus korupsi besar  masih hidup dengan bebas diluar sana  dan masih dilayani oleh fasilitas-fasilitas yang mewah. Padahal sudah jelas-jelas cap sebagai “Tersangka” sudah disandangnya.  Coba kita bandingkan dengan kasus seorang nenek yang divonis hukuman penjara  selama  1,5 tahun karena mencuri kakao yang harganya tidak lebih dari sepuluh ribu rupiah.  Di dalam perbandingan dua kasus ini, nenek bagaikan semut yang lemah dan tidak berdaya untuk melawan, sedangkan si koruptor bagaikan gajah yang memiliki kekuatan yang besar untuk menindas orang-orang kecil.




  UUD  1945 adalah sumber dari segala hukum di Indonesia dan bersifat mengikat pemerintah, setiap lembaga negara dan lembaga masyarakat, setiap penduduk yang ada di Indonesia karena berisi norma, aturan dan ketentuan yang harus dilaksanakan dan di taati.  Pancasila merupakan suatu nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara, konsekwensinya seluruh pelaksanaan penyelenggaraan negara terutama segala peraturan perundang-undangan termasuk proses reformasi dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila, maka pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Kedua hal tersebut saya kira masih layak menjadai landasan hukum di Indonesia, karena hal tersebut sebagai identitas diri bagi penegakkan hukum di Indonesia. Dan nilai-nilai dari UUD dan Pancasila  tidak terkikis oleh zaman.